Hizib Bahr
Wirid Samudera Karya Asy-Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili
Hizib Bahr
Untaian doa dan hizib perlindungan karya Asy-Syekh Abu Hasan Asy-Syadzili rahimahullah, pendiri thariqah Syadziliyyah.
Hizib Bahr (Hizib Lautan) diijazahkan oleh Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili saat melakukan perjalanan laut melintasi Laut Merah. Hizib ini sarat dengan permohonan pertolongan Allah dalam mengarungi samudra kehidupan, penaklukan musuh batin (hawa nafsu), kemudahan segala urusan yang rumit, dan keselamatan dari bahaya musuh lahiriyah. Hizib ini lazim diamalkan para pengamal thariqah muktabarah dengan sanad ijazah yang tersambung kepada mu'allif. Para ulama tasawuf menekankan pentingnya membaca hizib ini dengan kesucian lahir batin, adab tawadhu', serta menjauhi sifat takabur agar memperoleh barakah dan penjagaan ilahi. Waktu terbaik untuk melafalkan Hizib Bahr adalah setelah shalat Ashar menjelang matahari terbenam atau di waktu fajar sebelum Subuh. Para guru mursyid berpesan agar pengamal hizib senantiasa meluruskan niat semata-mata mengharap ridha Allah dan menjaga kebersihan hati dari rasa benci kepada sesama mukmin.
Kaum muslimin dapat mengamalkan wirid ini dengan niat tulus mendekatkan diri kepada Allah SWT, menjaga kesinambungan sanad para masyayikh, serta mengharap limpahan rahmat dan keselamatan lahir batin bagi diri, keluarga, dan lingkungan.
Naskah lengkap bait demi bait teks Arab rasm Usmani berharakat, transliterasi Latin, dan terjemahan Indonesia untuk wirid ini sedang dalam tahap tahqiq sanad dan penyelarasan harakat sebelum diluncurkan ke pembaca.
Wirid & Doa Terkait Lainnya:
Amalkan juga wirid utama lainnya: Dzikir Sesudah Shalat Fardhu, Tahlil Lengkap, atau Ratib Al-Haddad.
Kembali ke Himpunan Wirid & Zikir, jelajahi Khazanah Al-Qur'an, atau kembali ke Beranda Utama.